Kalau dari namanya sih, bahan polycotton merupakan campuran dari polyester dan cotton. Jika dibandingkan dengan bahan voal, polycotton memiliki tekstur yang halus dan lembut namun masih belum bisa mengalahkan tekstur bahan voal yang memang lebih halus dan terasa adem karena ada linen (serat alam). Meski demikian, saat digunakan sebagai hijab, bahan polycotton terlihat dan terasa lebih jatuh.
Sementara itu, Elita Barbara mengungkapkan bahwa polycotton sebenarnya adalah merek, sementara nama kainnya adalah double hycon. Jenis kain ini termasuk campuran dari bahan sintetis yang namanya polyester dan bahan serat alam yang namanya katun (cotton).
Bahan polycotton kurang menyerap keringat sehingga mudah bau bila digunakan beraktivitas. Meski demikian kelebihan bahan ini adalah nggak gampang kusut, jadi cocok buat traveler yang mungkin nggak sempat untuk setrika. Namun bagi saya pribadi, bahan polycotton cenderung lebih licin saat digunakan sebagai hijab dan tetap saja kusut. Jadi ya mungkin lebih cocok digunakan saat pergi ke acara tertentu dalam waktu singkat seperti kondangan. Selain itu bahan polycotton juga nggak mudah dibentuk dan yang paling menganggu adalah garis lipatan yang akan terlihat lebih jelas kalau nggak sempat menyetrika. Duh paling males deh kalau lagi keburu-buru tapi harus memakai hijab berbahan polycotton, ada yang setuju dengan saya?
Nah, untuk harga, hijab yang menggunakan bahan polycotton lebih murah dari hijab berbahan voal, bahkan ada yang menjualnya dengan harga Rp 35 ribu saja. Murah meriah ya?

